Lompat ke konten utama
Mochamad Aufa

/6 menit baca

Yang tertulis di halaman harga undangan digital

Saya buka halaman harga enam platform undangan digital Indonesia. Harga coretnya tidak pernah hilang, undangannya sendiri gratis, dan yang sebenarnya dihitung ternyata tamu, pesan, dan waktu.

Dua minggu lalu saya menghitung pembeli di pasar undangan digital dari data resmi. Kali ini giliran sisi penjualnya, dan sisi itu jauh lebih gampang diperiksa: halaman harganya terbuka untuk siapa saja.

Saya buka enam, satu per satu, pada 19 September 2026. Anggap ini foto sesaat — sebentar lagi akan kelihatan kenapa kata “sesaat” itu penting.

Harga coretnya tidak pernah hilang

Invisay memasang empat paket, dan keempatnya diskon. Silver Rp55 ribu dari Rp110 ribu, Gold Rp74 ribu dari Rp148 ribu, Platinum Rp99 ribu dari Rp198 ribu, Diamond Rp129 ribu dari Rp258 ribu. Di bagian atas halaman ada hitung mundur promo terbatas. Saya buka lagi beberapa jam kemudian dan hitung mundurnya masih jalan.

Halaman harga Invisay: empat paket dengan harga coret di atasnya, Silver Rp55 ribu dari Rp110 ribu dengan masa aktif 2 bulan, Gold Rp74 ribu masa aktif 6 bulan, Platinum Rp99 ribu dan Diamond Rp129 ribu masing-masing masa aktif 1 tahun

Empat paket Invisay, keempatnya dengan harga coret di atasnya dan masa aktif yang berbeda-beda.

Walimatul memakai pola yang sama: Non Foto Rp59 ribu dari Rp99 ribu, Dengan Foto Rp99 ribu dari Rp198 ribu, lengkap dengan label potongan 40 dan 50 persen.

Wevitation lebih terang lagi karena promonya bertanggal. Premium Rp69 ribu dari Rp100 ribu, Business Rp99 ribu dari Rp200 ribu, berlaku sampai 30 September 2026. Tanggal itu sudah lewat sebelum tulisan ini tayang. Kalau harganya benar-benar kembali ke angka penuh, saya keliru — tapi taruhan saya promonya diperpanjang.

Tiga dari enam platform memasang harga coret di setiap paketnya. Angka yang dicoret itu bukan harga lama. Dia elemen desain.

Undangannya sendiri gratis

Di halaman harga Wedew, paket Starter tertulis gratis selamanya. Bukan trial, bukan versi yang dikunci setengah: sudah termasuk RSVP, galeri, hitung mundur, peta, musik, sampai buku tamu digital.

Wevitation juga punya paket Rp0. Walimatul memberi trial dua hari. Jadi tiga dari enam membiarkan orang membuat undangannya tanpa membayar sepeser pun.

Kalau produknya memang undangan, tidak ada yang mau memberikannya cuma-cuma. Artinya produknya bukan itu.

Yang dihitung: tamu, pesan, dan waktu

Naik satu tingkat dari gratis, yang dijual Wedew masih soal tampilan: Rp50 ribu untuk tema premium, Rp125 ribu untuk tema plus fitur premium. Di atas itu yang dijual berubah sama sekali.

Halaman harga Wedew: paket Lite Rp50 ribu dan Premium Rp125 ribu di baris atas, lalu Intimate Rp250 ribu, Celebrate Rp500 ribu, dan Ultimate Rp1 juta yang masing-masing mencantumkan jatah tamu undangan, jatah WhatsApp, dan jumlah app penerima tamu

Tangga harga Wedew. Dua baris pertama soal tema; sisanya soal jumlah tamu, jatah WhatsApp, dan app penerima tamu.

Rp250 ribu dapat 100 tamu undangan, 100 pesan WhatsApp, dan satu app penerima tamu. Rp500 ribu dapat 250 tamu, 500 WhatsApp, dua app. Rp1 juta dapat 500 tamu, 1.000 WhatsApp, empat app, plus domain .com sendiri. Add-on-nya mengikuti logika yang sama: tambah 50 tamu Rp25 ribu, tambah 50 WhatsApp Rp40 ribu, tambah satu app penerima tamu Rp100 ribu.

Harganya tidak mengikuti bagus atau tidaknya desain. Harganya mengikuti berapa banyak orang yang harus diurus.

Invisay memasang meteran yang lain lagi. Yang membedakan keempat paketnya bukan cuma fitur, tapi masa aktif: dua bulan, enam bulan, satu tahun. Paket Rp55 ribu itu mati dua bulan setelah dibeli. Walimatul memakai cara yang sama, enam bulan untuk yang murah dan setahun untuk yang mahal.

Jadi undangannya tidak dibeli. Undangannya disewa, dan sewanya dihitung per tamu, per pesan terkirim, dan per bulan hidup.

Dua yang keluar dari meteran

Connectied tidak punya halaman harga sama sekali. Menunya Consultation.

Halaman Connectied yang menjanjikan dua manfaat: konfirmasi kehadiran tamu 100 persen supaya perhitungan porsi makanan, akomodasi dan transport lebih terukur, serta efisiensi waktu dan tenaga lewat tim helpdesk yang menghubungi tamu

Halaman depan Connectied. Tidak ada harga; yang ada janji hasil.

Yang dijanjikan bukan undangan, melainkan konfirmasi kehadiran tamu sampai 100 persen, supaya menghitung porsi makanan, akomodasi, dan transport jadi lebih terukur. Undangan digitalnya cuma jalan ke sana. Di belakangnya ada RSVP, sistem multi akses, paket penerima tamu, dan tim helpdesk — orang sungguhan yang menghubungi tamu satu per satu.

Begitu yang dijual adalah hasil, harganya memang tidak bisa dipasang di halaman web. Hasilnya tergantung berapa banyak tamu yang harus dikejar.

Ajakan keluar lewat pintu yang lain: mereka tidak menjual undangan ke pengantin sama sekali.

Halaman harga Ajakan: paket Starter Rp49 ribu per bulan, Pro Rp189 ribu per tahun, dan Elite Rp329 ribu per tahun, masing-masing menawarkan website dengan merek sendiri dan 130 lebih template undangan siap jual

Ajakan menjual perangkat usahanya, bukan undangannya.

Rp49 ribu sebulan untuk website dengan merek sendiri, 130 lebih template siap jual, payment gateway, WA blast, buku tamu digital, dashboard, sampai pembuat invoice. Harga jualnya ditentukan mitranya sendiri. Di halaman depannya ada penghitung berjalan: 493 mitra, 75.558 order.

Dan ternyata bukan cuma Ajakan. Walimatul dan Invisay sama-sama membuka halaman reseller sendiri.

Artinya siapa pun yang masuk ke bisnis ini sebagai penjual undangan tidak sedang bersaing dengan enam platform. Dia bersaing dengan ratusan orang yang menyewa platform yang sama, menjual template yang sama, cuma beda logo. Tekanan harga di pasar ini datangnya dari situ.

Ada jalur ketiga yang lebih sunyi. Di beranda Wedew, di antara klaim 40 ribu acara dan 300 ribu undangan, ada satu angka yang jenisnya beda sendiri: Rp5 miliar lebih angpao cashless sudah lewat mereka. Itu uang yang tetap mengalir di setiap pernikahan, terlepas dari apakah pengantinnya membayar undangannya atau tidak.

Kenapa bentuknya jadi begitu

Satu hal membuat bisnis ini beda dari kebanyakan aplikasi: pelanggannya membeli sekali seumur hidup.

Orang menikah, beli undangan, selesai. Tidak ada langganan bulanan, tidak ada pembelian ulang tahun depan, tidak ada alasan membuka aplikasinya lagi setelah acaranya lewat. Padahal ongkos untuk mendapatkan satu pelanggan tetap harus dibayar: iklan, konten, pameran pernikahan, komisi ke wedding organizer.

Kalau tiap pelanggan cuma bisa dipanen sekali, ketiga bentuk tadi jadi masuk akal dengan sendirinya. Meteran menaikkan hasil panen dari satu transaksi yang sama. Reseller mengganti pelanggannya dengan orang yang memang membayar tiap bulan. Dan angpao cashless menempel pada uang yang toh bergerak, bukan pada keputusan membeli.

Ketiganya jawaban untuk satu masalah yang sama.

Celah yang tersisa

Bersaing di desain rasanya percuma. Semuanya sudah punya ratusan template, dan Ajakan malah menjual template itu ke siapa pun yang sanggup bayar Rp49 ribu sebulan.

Bersaing di harga lebih berat lagi. Tiga dari enam sudah gratis di pintu masuk, dan gratis susah dilawan.

Urusan hari-H tidak sekosong kelihatannya. Connectied sudah duduk di situ, dan bagian termahal di daftar harga Wedew juga di situ. Tapi keduanya menjualnya sebagai layanan kelas atas dengan tim manusia di belakangnya — mahal, dan karena itu cuma masuk akal untuk acara besar.

Yang belum ada: versi murah dan swalayan dari pekerjaan yang sama. Untuk hajatan 200 tamu di kabupaten, yang butuh kepastian jumlah porsi persis seperti resepsi 2.000 tamu di kota, tapi tidak akan pernah sanggup membayar tim helpdesk.

Dan itu menyambung ke pertanyaan yang masih menggantung dari tulisan dua minggu lalu: keenam platform ini jelas menyasar kota besar. Padahal sebagian besar dari 1,48 juta pernikahan setahun tidak terjadi di sana.

Catatan

Semua harga di atas saya lihat langsung di situs masing-masing pada 19 September 2026, dan harga seperti ini gampang berubah.

Angka penggunanya klaim sepihak yang tidak diaudit siapa pun: Wedew menyebut 40 ribu acara dan 300 ribu undangan, Wevitation 2,5 juta undangan terbagi, Walimatul seribu pasangan lebih, Invisay 999 pasangan lebih tiap bulan, Ajakan 493 mitra. Saya kutip karena itu yang mereka pasang sendiri, bukan karena saya bisa memastikannya.